Bapelkes Kemenkes Jadikan RSUD Objek Observasi Lapangan

Kota Bekasi – Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang yang merupakan Badan Pengembangan Dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadikan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebagai objek observasi lapangan  peserta pelatihan Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja program Kementerian Kesehatan, Kamis (15/11/2018).

Diterima oleh Kepala Instalasi K3LRS dr. Ratna Dewi Suriani, MKKK di ruang Instalasi K3LRS, dr. Ratna mempresentasikan tugas dan peran K3 di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

dr. Ratna menjelaskan Instalasi K3RS mengurusi 3 hal utama yang pertama Kesehatan Kerja yaitu usaha promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, yang kedua Keselamatan Kerja yaitu usaha pencegahan, pemeliharaan, penanggulamgan dan pengendalian, dan yang ketiga Lingkungan Kerja yaitu upaya pengenalan bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko.

Dalam kunjungannya peserta pelatihan mengunjungi beberapa layanan dan penunjang layanan yang ada RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi diantaranya Ruang Rawat Inap Seruni, Radiologi, Genset, Laundry, Kamar Jenazah, dan IPAL.

dr. Atig ARP, MKKK dari Bapelkes Cikarang mengatakan “Pelatihan Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja ini merupakan angkatan ke 2, dan peserta dalam pelatihan ini berjumlah 31 orang dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, KPP dan Labkes dari berbagai daerah di Indonesia”.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam pelaksanaan observasi ini 31 peserta dibagi kedalam 3 kelompok, kelompok I berjumlah 10 orang  yang berasal dari Rumah Sakit observasi di RSUD dr. Chasbullah Abdilmadjid, kelompok II 10 orang di UKK, dan kelompok III 11 orang di UKK 2.

Setelah melakukan observasi lapangan peserta membuat kajian sederhana atau hasil observasi lapangan yang akan dijadikan bahan seminar sebagai salah satu program dari pelatihan Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan.

Tujuan dari observasi ini adalah untuk menciptakan internalisasi masing-masing peserta Pelatihan Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja, sehingga peserta mempunyai gambaran nyata antara perbandingan teori dan keadaan senyatanya dilapangan. (Oji – HPI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *