WhatsApp-Image-2022-08-23-at-10.11.40

Diklat RSUD CAM Adakan Uji Kompetensi Bantuan Hidup Dasar Bagi Pegawai

Kota Bekasi – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan keterampilan pegawai RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi baik medis maupun non medis untuk menangani kasus-kasus kegawat daruratan khususnya pada pasien/korban henti jantung atau henti nafas, Diklat RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi secara estafet melaksanakan Uji Kompetensi Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Kegiatan ini dilaksanakan di gedung E lantai 6 ruang skill lab Diklat mulai 22 Agustus sampai dengan 16 September 2022 dengan target 1.200 pegawai dan kuota per hari sebanyak 80 peserta.

Pegawai yang mengikuti uji kompetensi terlebih dahulu mendaftaran diri melalui aplikasi internal RSUD CAM IRCAM System dengan memilih tanggal ujian dan selanjutnya akan mendapat materi berikut dengan video seputar BHD yang dapat dipelajari sebelum uji kompetensi.

Kepala Instalasi Diklat RSUD dr, Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Dr. Shinta Silaswati, S.Kp., M.Sc mengatakan peserta hari ini, Senin (22/8/2022) sebanyak 80 pegawai diantaranya sebanyak 73 pegawai dinyatakan lulus, 5 pegawai mengulang dan 2 lainnya tidak hadir karena sakit.

“Untuk 73 pegawai yang dinyatakan lulus sudah langsung diberikan sertifikat secara tersistem otomatis, sedangkan yang mengulang kita jadwalkan ulang di hari jumat dengan mengisi registrasi kembali di IRCAM System”, terangnya.

“Penguji dalam kegiatan ini adalah para tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat yang telah memiliki sertifikat BTCLS/Kegawatdaruratan/Code Blue Team dan berpengalaman di ruang emergensi dan ruang rawat pasien kritis”, jelasnya.

“Selain untuk menjaga dan meningkatkan keterampilan pegawai dalam kasus kegawatdaruratan pasien henti jantung atau henti nafas, uji kompetensi BHD ini juga untuk menjaga kualitas layanan dan keselamatan pasien”, pungkasnya.

Kemampuan seluruh petugas rumah sakit baik medis maupun non medis sangat diperlukan untuk melakukan pertolongan pertama kepada pasien terutama kasus emergency sejak mulai masuk rumah sakit (Pre Hospital) dan di sekeliling areal rumah sakit (Intra Hospital), karena kecepatan pertolongan pertama kepada korban sangat menentukan keselamatan jiwa dan jika terlambat akan membuat kondisi fatal.

Resusitasi Jantung Paru merupakan bagian dari tindakan bantuan hidup dasar untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka, penunjang pernafasan dan sirkulasi tanpa menggunakan alat-alat bantu. Usaha ini harus dimulai dengan mengenali secara tepat keadaan tanda henti jantung atau henti nafas dan segera memberikan bantuan sirkulasi dan ventilasi.

Selain itu Resusitasi juga dikatakan sebagai sebuah upaya menyediakan oksigen ke otak, jantung dan organ-organ vital lainnya melalui sebuah tindakan yang meliputi pemijatan jantung dan ventilasi yang memenuhi syarat. (Oji – HPI)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *