Sejarah

Sejarah Rumah Sakit :

Pada tahun 1939 daerah Bekasi masih merupakan daerah terpencil dan merupakan bagian dari Karisedenan Jatinegara.Seorang tuan tanah terketuk hatinya untuk menolong sesamanya yang sedang sakit, dengan membangun balai kesehatan berukuran 6 x 18 meter di atas tanah seluas 400 meter persegi yang dihibahkan untuk kepentingan umum;

Tahun 1942 saat pendudukan Jepang mendapat perhatian dan dikembangkan menjadi Poliklinik Bekasi yang dipimpin oleh seorang patriot pejuang kemerdekaan bernama Bapak Jasman. Tahun 1945 poliklinik tersebut dijadikan basis perlengkapan P3K;

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, berubah status menjadi RS Pembantu, tepatnya pada tanggal 24 Juli 1946;

Pada tahun 1946 kepemimpinan digantikan oleh seorang juru rawat dari RS Pembantu Banjaran, bernama Bapak S Wijaya. Pada saat kepemimpinannya berubah menjadi RSU Kab. Bekasi dengan kapasitas 10 tempat tidur dan penambahan bangunan untuk perawat dan bidan;

Kemudian pada Tahun 1956 Bp S Wijaya pensiun dan digantikan oleh Bp. H. Nadom Miadi.

TAHUNPEMIMPINSTATUS
1939 – 1942Dr KerasidenanBalai Kesehatan
1942 – 1946DjasamPoliklinik Bekasi
1946 – 1956S. WidjayaRS Pembantu
1956 – 1970H. Nandom MiyadiRSUD Kab. Bekasi

Kepemimpinan Rumah Sakit pada tahun 1970 dipimpin oleh seorang dokter dibantu beberapa tenaga medis dan non medis. Sejak saat itu organisasi dan tata laksana RSUD ditetapkan. Selanjutya, dalam perkembangannya Rumah Sakit ditetapkan sebagai rumah sakit kelas C, berdasarkan SK Menkes Republik Indonesia nomor 051/Menkes/SK/II/1979 tentang pengelolaan rumah sakit umum pemerintah. Pada 1 April 1999 RSU diserahkan oleh pemda Kabupaten Bekasi kepada Pemda Kabupaten Bekasi kepada Pemda Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi;

Pada tanggal 30 November 2000 ditetapkan Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 12 tahun 2000 tentang Pembentukan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Nomor 12 Tahun 2000 tentang Pembentukan Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi sekaligus dengan peningkatan status menjadi RSUD kelas B Non Pendidikan Pemerintah Kota Bekasi oleh Walikota;

Pada tahun 2001 dikeluarkannya Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Penetapan RSUD Kota Bekasi menjadi Unit Swadana, untuk melengkapi Dasar Hukum dalam operasional Rumah Sakit ditetapkanlah Perda Nomor 21 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan RSUD Kota Bekasi.

Pada tahun 2009 dikeluarkan Peraturan Walikota Nomor 060/Kep.251-Org/VII/2009 tentang RSUD Kota Bekasi menjadi BLUD dengan status penuh

TAHUNPEMIMPINSTATUS
1970 – 1971dr. Chasbullah AbdulmadjidRSUD Kab. Bekasi
1971 – 1976dr Sukarno KartasumitraRSUD Kab. Bekasi
1976 – 1983dr H. Abdul RadjakRSUD Kls C
1983 – 1986dr Ludin GultomRSUD Kls C
1986 – 1997dr Hario Untoro, MARSRSUD Kls C
1997 – 1999dr H Muhamad Soleh, M.KesRSUD Kls C
1999 – 2000dr Rosihan Anwar, M.KesRSUD Kls B Non Pendidikan
2000 – 2002dr Hj. Mien S Hatta, MARSRSUD Unit Swadana
2002 – 2004dr Herry Ruswan, M.KesRSUD Unit Swadana
2004 – 2007dr Wirda Saleh MARSRSUD Unit Swadana
2007 – 2008dr Bambang Djati Santoso, MARSRSUD BLUD Bertahap
2008 – 2009dr Wirda Saleh, MARSRSUD BLUD Bertahap
2009 – 2011dr H Iman, Sp.RMRSUD BLUD Penuh
2011 – 2016Dr.dr. Titi Masrifahati, MKMRSUD BLUD Penuh
2016 – 2018dr. PusporiniRSUD BLUD Penuh
2018 - Sekarangdr. Kusnanto, MARSRSUD BLUD Penuh

Tanggal 8 Juni 2016 Nama RSUD Kota Bekasi di ubah menjadi RSUD dr. Chasbullah A.M yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Bekasi Nomor : 445/Kep.332-RSUD/VI/2016 tentang Nama Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah A.M Kota Bekasi.

Dikarenakan salah penulisan nama Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi sesuai dengan Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 445/Kep.332-RSUD/VI/2016 tentang Nama Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah A.M Kota Bekasi, maka nama RSUD dr. Chasbullah A.M diubah kembali menjadi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sesuai dengan Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 445/Kep.204-RSUD/IV/2017 tentang Perubahan Nama Rumah Sakit Umum Kota Bekasi yang ditetapkan tanggal 3 April 2017.