Siap Hadapi Bencana, RSUD Berikan Pelatihan Penanggulangan Bencana Ke Pegawainya

Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dr. Kusnanto Saidi, MARS membuka kegiatan Pelatihan Code Red

 

Kota Bekasi – Bencana tidak pernah diketahui kapan akan terjadi dan dimana akan terjadi, untuk itu demi mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana, khususnya dilingkungan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan Rumah Sakit (Instalasi K3LRS) mengadakan pelatihan kode red serta penanggulanggan bencana dan bahaya kebakaran, kamis (29/8/2019).

 

Kegiatan dilaksanakan di aula lantai 8 gedung B yang melibatkan 120 pegawai dari berbagai unsur yang bekerja di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi termasuk Dewan Pengawas dan Satuan Pengawas Internal.

 

Kegiatan pelatihan kode red ini dibuka langsung oleh Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dr. Kusnanto Saidi, MARS.

 

Dalam sambutannya dr. Kusnanto menyampaikan pentingnya pelatihan kode red ini untuk kesiapan diri khusunya bagi yang bekerja di lingkungan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid dalam menghadapi bencana.

 

“Kemarin sudah dilaksanakan pelatihan kode blue, yang intinya adalah tentang pertolongan pertama yang dilakukan jika menemui seorang yang tidak sadarkan diri, dan hari ini ditambah pelatihan kode red yang intinya apa yang harus dilakukan saat menghadapi bencana terutama kebakaran”, ucapnya.

 

Lebih lanjut dr. Kusnanto menjelaskan ada korelasi nya antara kode blue dan kode red yaitu ‘kepedulian’ dimana kita dilatih untuk saling peduli.

 

Sementara itu Kepala Instalasi K3LRS dr. Ratna Dewi Suriani A., MKKK menjelaskan tujuan dari code red adalah untuk penyelamatan pasien keluarga pasien, pengunjung, karyawan, dan seluruh warga yang berada di lingkungan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.

 

dr. Ratna menambahkan Code red bisa berjalan karena adanya Tim Code Red terlatih yang ada di setiap ruangan.

 

“Dalam tim code red ada 4 koordinator yang akan mengenakan 4 helm berwarna sesuai dengan tugasnya masing – masing, diantaranya helm warna merah sebagai pemadam api, helm hijau sebagai evakuasi pasien dan pengunjung, helm putih sebagai evakuasi dokumen, dan helm kuning sebagai evakuasi peralatan”, terangnya.

 

Untuk menambah pengetahuan tentang ‘Hospital Disaster Plan’ panitia kegiatan mengundang dr. Joe Wimpie Manikam dari Special Safety & Rescue Group Indonesia Atlas Medical Pioneer FK UNPAD. (Oji – HPI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *