
Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi melaksanakan survei simulasi akreditasi rumah sakit secara mandiri selama tiga hari, mulai Senin (14/9/2026) hingga Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya RSUD CAM Kota Bekasi untuk melakukan evaluasi internal terhadap kesiapan penyelenggaraan pelayanan dan pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.
Dalam pelaksanaan survei simulasi tersebut, RSUD CAM melibatkan sejumlah pegawai yang memiliki kompetensi sebagai surveyor akreditasi rumah sakit untuk berperan sebagai surveyor. Keterlibatan surveyor internal diharapkan dapat memberikan proses evaluasi yang objektif terhadap penerapan standar di lingkungan rumah sakit sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan.

Survei simulasi dilaksanakan dengan metode yang menyerupai proses survei akreditasi rumah sakit. Pada hari pertama, Senin (14/9/2026), kegiatan dilaksanakan secara daring dengan agenda telaah dokumen. Surveyor melakukan peninjauan terhadap dokumen dan bukti pelaksanaan yang berkaitan dengan pemenuhan standar akreditasi.
Selanjutnya, pada hari kedua dan ketiga, Selasa (15/9/2026) dan Rabu (16/9/2026), kegiatan dilaksanakan secara luring melalui telusur lapangan ke berbagai unit pelayanan dan unit kerja di lingkungan RSUD CAM Kota Bekasi.
Telusur lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan standar dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. Surveyor juga melakukan observasi terhadap kesiapan sarana, prasarana, prosedur, serta koordinasi antarunit dalam mendukung keselamatan dan mutu pelayanan pasien.
Salah satu bagian dari rangkaian kegiatan tersebut adalah pelaksanaan simulasi Code Red atau kondisi kebakaran di lingkungan rumah sakit. Simulasi ini dilakukan untuk melihat kesiapan petugas dalam merespons kondisi darurat, termasuk komunikasi, koordinasi, evakuasi, serta penerapan prosedur keselamatan apabila terjadi kebakaran.
Selain Code Red, dilaksanakan pula simulasi Code Blue, yaitu simulasi penanganan kondisi darurat medis yang ditandai dengan adanya pasien yang mengalami henti jantung, henti napas, atau kondisi kritis yang mengancam nyawa dan membutuhkan tindakan resusitasi segera.
Melalui simulasi Code Blue, kesiapan tenaga kesehatan dan unit terkait dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan dapat dievaluasi, termasuk mekanisme aktivasi tim, komunikasi, koordinasi, serta pelaksanaan tindakan penyelamatan pasien sesuai prosedur yang berlaku.

Rangkaian survei simulasi tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk mengukur kesiapan RSUD CAM dalam menghadapi proses akreditasi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh pegawai untuk memastikan standar mutu dan keselamatan pasien benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan pelayanan.
Hasil dari survei simulasi selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing unit dan manajemen RSUD CAM untuk melakukan tindak lanjut terhadap temuan, memperkuat kepatuhan terhadap standar, serta meningkatkan kesiapan menghadapi proses akreditasi rumah sakit.
Melalui pelaksanaan survei simulasi secara mandiri ini, RSUD CAM Kota Bekasi terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat senantiasa dilaksanakan sesuai standar dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Oji-HPI)
