Kota Bekasi – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSCAM) Kota Bekasi mengadakan penyuluhan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang di canangkan Kementrian Kesehatan di Pos Pembinaan Terpadu untuk Penyakit Tidak Menular (Posbindu) Dahlia 1, Rabu (28/02/2018).
Pada kegiatan kali ini RSUD menerjunkan tim dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) dan Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).
kegiatan yang berlangsung di kantor RW 1 (belakang giant) ini Tim dari RSUD diterima oleh Petugas Puskesmas UPTD Margajaya Tity Putwaningsih, S.Kep.
Tim dari RSUD yaitu Ns. Rosmiati, S.Kep dan Ns. Tia Atnawanty, S.Kep memberikan materi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan tentang kebersihan tangan kepada 30 lansia.
Arujito Wibowo, SKM dari PKRS mengatakan materi yang diberikan yaitu gerakan masyarakat hidup sehat dengan kebersihan tangan dan kegiatan fisik aktif.
“Maksudnya kegiatan fisik aktif Melakukan Aktivitas Fisik Pekerjaan rumah seperti mencuci piring, mencuci pakaian, mengepel lantai dan lain sebagainya bisa dikategorikan aktivitas fisik”, terangnya.
“Mulailah dengan melakukan aktivitas tersebut setiap hari, Lebih baik jika ditambah olahraga secara rutin misalnya lari pagi atau jalan kaki pun bisa dijadikan aktivitas rutin”, tambahnya.
Pada sesi materi Ns. Rosmiati, S.Kep menjelaskan Kebersihan tangan adalah proses melepaskan kotoran dari kulit tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau dengan menggunakan handrub berbasis alkohol.
“Melakukan kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir, bila tangan tampak atau terasa kotor, terkontaminasi dengan darah maupun cairan tubuh, dan bila berpotensi membentuk spora kuman, sedangkan Melakukan handrub dengan cairan berbasis alkohol, dilakukan bila tangan tidak tampak kotor”, tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan “Kebersihan tangan penting dilakukan untuk mengurangi HAIs (Healthcare Assosiated Infections) karena transmisi kuman pathogen berasal dari tangan petugas, diantara pasien, pasien yang sama dan dari pasien ke petugas serta dari lingkungan”.
Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan praktik 6 langkah cuci tangan standar WHO yang dibimbing oleh Ns. Tia Atnawanty, S.Kep. (Oji – HPI) (foto : Aru)


Add a Comment