PENYAKIT KUSTA & HARI PERINGATANNYA

Oleh dr. Retno Sawitri, Sp. KK

Hari Kusta Sedunia atau Leprosy Day diperingati setiap tahun pada tanggal 31 Januari, hal ini sebagai momentum untuk mengingatkan bahwa orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) memerlukan perhatian seluruh masyarakat.
lepra atau penyakit Hansen, adalah Sebuah penyakit infeksi kronis yang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata. Kusta bisa menyebabkan luka pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, dan mati rasa. Bakteri ini memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh.Tanda dan gejala kusta bisa saja muncul 1 hingga 20 tahun setelah bakteri menginfeksi tubuh penderita.

Penyebab Kusta dan Faktor Risiko

 

Kusta disebakan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini tumbuh pesat pada bagian tubuh yang bersuhu lebih dingin seperti tangan, wajah, kaki, dan lutut. kusta adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan seseorang tidak
akan tertular kusta hanya karena bersalaman dengan penderita, duduk bersebelahan dengan penderita, duduk bersama di meja makan, atau bahkan berhubungan seksual dengan penderita. Kusta juga tidak ditularkan dari ibu ke janin.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini. Beberapa faktor risiko tersebut di antaranya adalah:

  • Melakukan kontak fisik dengan hewan penyebar bakteri kusta tanpa sarung tangan. Hewan perantara tersebut di antaranya adalah armadillo dan simpanse.
  • Bertempat tinggal di kawasan endemik kusta.
  • Memiliki kelainan genetik yang berakibat terhadap penurunan sistem kekebalan tubuh.

Gejala Kusta

Gejala dan tanda kusta tidak nampak jelas dan berjalan sangat lambat.
Bahkan, gejala kusta bisa muncul 20 tahun setelah bakteri berkembang biak dalam tubuh penderita. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mati rasa, baik sensasiterhadap perubahan suhu, sentuhan,tekanan ataupun rasa sakit.
  • Muncul lesi pucat dan menebal pada kulit.
  • Muncul luka tapi tidakterasa sakit.
  • Pembesaran saraf yang biasanya terjadi di siku dan lutut.
  • Kelemahan otot sampai kelumpuhan, terutama otot kaki dan tangan.
  • Kehilangan alis dan bulu mata.
  • Mata menjadi kering dan jarang mengedip, serta dapat menimbulkan kebutaan.
  • Hilangnya jari jemari.
  • Kerusakan pada hidung yang dapat menimbulkan mimisan, hidung tersumbat, atau kehilangan tulang hidung.

Pengobatan Kusta

Penyakit kusta sebenarnya bisa disembuhkan apabila diketahui gejalanya semakin dini. Dalam 2 dekade terakhir, 16 juta penderita kusta telah sembuh. World Health Organization (WHO) pun telah mengembangkan Multi-Drug Therapy (MTD) pada 1995 sebagai cara mengobati semua jenis kusta.

Berikut ini adalah beberapa cara pengobatan kusta:

  1. Kunjungi fasilitas2 kesehatan pemerintah (Rumah sakit, Puskesmas, dll)
    Pengobatan kusta dapat diperoleh di instansi2 kesehatan terutama yang dikelola oleh pemerintah baik itu rumah sakit umum, puskesmas dan lain sebagainya. pengobatan kusta bervariasi, salah satunya dengan pemberian obat2 tertentu yang disarankan oleh dokter, dan pengobatan ini gratis.Tidak perlu khawatir, penyakit ini dapat disembuhkan akan tetapi untuk beberapa kasus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh.
  2. Menjaga Imunitas Diri
    Dalam pencegahan penularan kusta, salah satu cara yang terpenting dilakukan yakni dengan pola hidup sehat. Pola hidup sehat yang di sini artinya makan makanan bergizi serta rutin berolahraga. Tubuh yang aktif bergerak akan meningkatkan imunitas dalam diri.
  3. Sirkulasi Udara yang Baik
    Cara mengatasi dan pencegahan penularan kusta yang mungkin sering terlewatkan. Adalah mengatur ventilasi rumah dengan baik, sebagai satu upaya yang penting untuk dilakukan. Pastikan untuk selalu membuka jendela dan pintu rumah agar tersikulasi dengan baik. Apabila sirkulasi udara dikontrol dengan baik, bakteri dan virus akan semakin kecil risikonya untuk ‘hidup’ di sekitar kita.

Orang yang terkena kusta tidak bisa sembuh total dan ada kemungkinan gejalanya bisa timbul kembali secara tiba-tiba di kemudian hari,

Jika gejala awal kusta dapat ditangani dengan baik, kemungkinan waktu pengobatannya pun akan lebih pendek.

Oleh karena itu, selalu konsultasi kepada dokter jika terlihat ada gejala kusta untuk mendapatkan penanganan dengan segera.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *