20181024075050_IMG_9517

Rayakan Hari Dokter Nasional, Dokter RSUD Menjadi Petugas Apel Pagi

Kota Bekasi – Ada pemandangan berbeda saat apel pagi rabu (24/10/2018) di Plasa RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, para dokter yang setiap harinya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat mendadak menjadi petugas apel.

Dokter menjadi petugas apel dikarenakan hari ini merupakan Hari Dokter Nasional sekaligus Hari Jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang ke 68 tahun.

Dokter yang menjadi petugas apel diantaranya dr. Waluyo Dwi Cahyono, Sp.PD bertugas menjadi Pembina Apel, dr. Tranggono Yudo Utomo, Sp.S, M.Si.Med sebagai pemimpin apel, dr. Abas Suherli, Sp.PK sebagai pembaca visi dan misi, dr. Fachmi Achmad Muslim, Sp.JP.,FIHA sebagai pembaca doa, dr. Stephanus Rumancay, M.H., Sp.KF sebagai ajudan pembawa sumpah dokter, dr. Anthony D Tulak, Sp.P., FCCP sebagai protokol.

Dalam amanatnya dr. Waluyo mengatakan dirinya yakin dokter – dokter yang bekerja di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pasti sudah melayani dengan sepenuh hati.

“Saya berharap RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid menjadi rumah sakit yang sesuai dengan visi dan misinya sesuai dengan yang telah dibacakan dr. Abas”, tutupnya.

Dalam rangkaian kegiatan apel pagi hari ini disematkan acara potong tumpeng yang diberikan kepada perwakilan profesi perawat, penunjang medis lainnya, dan pelaksana administrasi sebagai bentuk rasa syukur atas hari jadi Ikatan Dokter Indonesia.

Sementara itu Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dr. Kusnanto, MARS megucapkan “Selamat Hari Dokter Indonesia, mengabdi untuk negeri, melayani dengan HATI”.

Dikutip dari laman promosi kesehatan kementrian kesehatan promkes.kemkes.go.id Ikatan Dokter Indonesia Resmi terbentuk pada 1950, organisasi Ikatan Dokter Indonesia sejatinya telah lebih dulu lahir jauh sebelum diresmikan. Lahir pada tahun 1911, perkumpulan dokter di nusantara diberi nama Vereniging van Indische Artsen. Selama kurang lebih lima belas tahun berkiprah sebagai tenaga medis, pada tahun 1926, organisasi ini mengalami perubahan nama menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI).

Tahun 1940, VIG mengadakan kongres di Solo. Kongres menugaskan Prof. Bahder Djohan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran. Tiga tahun berselang, pada masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa izi Hooko-Kai.

Selanjutnya pada 30 Juli 1950, atas usul Dr. Seni Sastromidjojo, PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia) & DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia) mengadakan satu pertemuan yang menghasilkan “Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)”, yang diketuai Dr. Bahder Djohan. Puncaknya tanggal 22-25 September 1950, Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar di Deca Park yg kemudian diresmikan pada bulan Oktober. Dalam muktamar IDI itu, Dr. Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi Ketua Umum IDI pertama. (Oji – HPI)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *