WhatsApp Image 2026-08-18 at 21.43.50

RSUD CAM Kota Bekasi Gelar Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi Bidan Fasyankes Primer

Kota Bekasi — RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyelenggarakan Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Primer Angkatan I.

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari mulai senin (10/8/2026) hingga jumat(14/8/2026) dan Berlangsung di Aula lantai 8 gedung A RSUD CAM Kota Bekasi.

Tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya meningkatkan kompetensi bidan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal di tingkat pelayanan kesehatan primer, khusunya di Kota Bekasi.

Direktur RSUD CAM Kota Bekasi Dr.dr. Ellya iken Prastiwi, MKM., MARS yang meninjau langsung jalannya pelatihan mengungkapkan, kegiatan ini diselenggarakan RSUD CAM Kota Bekasi melalui Instalasi Diklat RSUD CAM Kota Bekasi sebagai lembaga penyelenggara pelatihan bidang kesehatan yang telah mendapatkan penetapan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Akreditasi A.

“Penetapan ini menjadi salah satu bentuk komitmen RSUD CAM dalam mendukung peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan pelatihan yang bermutu dan terstandar” terangnya.

“Sebanyak 18 peserta mengikuti pelatihan Angkata I ini, Para peserta merupakan bidan yang berasal dari berbagai puskesmas di wilayah Kota Bekasi, dan narasumber dalam kegiatan ini terdirii dari berbagai profesi, dari mulai dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi, dosen, dan bidan”, ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kegawatdaruratan maternal dan neonatal, khususnya untuk:

  1. Melakukan prinsip umum pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
  2. Melakukan deteksi dini kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
  3. Melakukan tatalaksana kewaspadaan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
  4. Melakukan konseling dan manajemen komplain dalam pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Fasyankes primer. Bidan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi, termasuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi yang berpotensi menjadi kegawatdaruratan serta mengambil langkah penanganan dan rujukan secara tepat.

Dengan adanya peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan pelayanan maternal dan neonatal di tingkat primer dapat semakin responsif, berkualitas, dan mampu memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

Sebagai bentuk keberlanjutan program peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi Bidan di Fasyankes Primer Angkatan II direncanakan akan kembali diselenggarakan pada 1–5 September 2026 mendatang.

Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan RSUD CAM Kota Bekasi, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di Kota Bekasi sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berkesinambungan bagi masyarakat. (oji-HPI)

Tags: No tags

Comments are closed.