IMG-20180814-WA0020

Sambut Hari Hepatitis Sedunia, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Berikan Penyuluhan Tentang Hepatitis

Kota Bekasi – Dalam rangka menyambut Hari Hepatitis Sedunia, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (IPKRS) bekerjasama dengan Kelompok Staf Medik (KSM) Penyakit Dalam RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid berikan penyuluhan tentang hepatitis kepada pasien dan keluarga pasien poliklinik dalam, Selasa (14/8/2018).

Kegiatan yang berlangsung di ruang tunggu poliklinik dalam ini dibuka oleh Ahli Gizi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Asma Hasan, SKM dengan jumlah audience sebanyak 43 orang.

dr. Julius R. Samban, Sp.PD sebagai pembicara inti dari kegiatan ini mengungkapkan hari hepatitis sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli setiap tahunnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit hepatitis B dan hepatitis C, serta mendorong pencegahan, diagnosis dan pengobatan.

Lebih lanjut dr. Julius menjelaskan hepatitis adalah penyakit radang hati, yang mana fungsi dari hati adalah menyaring darah dari saluran cerna, memproduksi empedu (lemak, kolesterol, beberapa vitamin), memproduksi albumin, penyerapan dan metaboliame bilirubin, penyerapan vitamin K (pembekuan darah), metabolisme protein, karbohidrat dan lemak, menyimpan vitamin (ADEK, B12), besi (ferritin) dan tembaga, fungsi imun (sel kupffer), sintesis angiotensinogen.

“Ada beberapa penyebab dari hepatitis B dan C yakni dari infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis, alkohol, penyakit autoimun, obat hepatotoksik, dan makanan hepatotoksik yaitu makanan berlemak atau kolesterol tinggi seperti junk food, makanan yang mengandung gula dan garam tinggi, makanan yang diawetkan, dan makanan yang sudah berjamur”, terangnya.

“80 persen yang mengidap penyakit hepatitis tidak bergejala atau tidak bertanda, dan hanya 20 persen saja yang bergejala, gejalanya antara lain mata dan kulit menguning, urin warna gelap, tinja warna pucat, mual dan muntah, lemas dan capat lelah, tidak nafsu makan, nyeri perut kanan atas, pembesaran hati, nyeri otot atau sendi, dan demam ringan”, tambahnya.

“Penularannya bisa melalui udara, kontak, vektor, air liur, darah, hubungan badan, dan kontaminasi dengan penderita, jika ibu sedang mengandung anak dalam kandungan juga dapat tertular, dan yang rendah penularannya dari urin, keringat, air mata, dan ASI”, lanjutnya.

“Untuk pencegahannya bisa dengan imuniasasi atau vaksin, lalu jangan berbagi atau saling pinjam barang orang lain seperti alat – alat tajam (alat cukur, gunting kuku), alat yang bersentuhan dengan mulut (alat makan, sikat gigi), tidak bergubungan badan sembarangan (gukanan pengaman), periksakan hepatitis sebelum hamil, hindari makanan atau minuman yang tidak diproses, waspada tatto, tindik, maupun transfusi darah”, imbuhnya.

“Ayo hidup sehat dengan Minum air putih yang cukup, makan dengan gizi yang seimbang, jaga berat badan tetap normal, dan olahraga secara teratur”, pesannya. (Oji  – HPI) (foto : arujito)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *