
Kota Bekasi – Kelompok Staf Medis Ilmu Kesehatan Anak (KSM IKA) atau para Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi mengadakan beberapa kegiatan dalam rangka menyambut hari kesehatan jantung sedunia yang jatuh tanggal 29 September 2019.
Kegiatan pertama adalah Workshop Echocardiography Dasar Bagi Dokter Spesialis Anak yang dilaksanakan di ruang Komite Medik RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Jumat (11/10/2019).
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid drg. Tetty D.S Manurung, M.Si yang membuka kegiatan ini mewakili Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid sangat mengapresiasi tim dari KSM IKA yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan untuk 3 hari kedepan.
“Hari ini adalah kegiatan pertama yaitu Workshop Normal And CHD Basic Echocardiography For Pediatrician, lalu besok Workshop Penanganan Kegawatan Jantung Anak Untuk Dokter Umum, kemudian di hari terakhir yakni hari minggu ada silaturahmi komunitas keluarga pasien anak dengan panyakit jantung rematik (PJR)”, ungkapnya.
“Kegiatan 3 hari kedepan ini bertujuan meningkatkan perhatian terhadap penyakit jantung pada umumnya dan yang melibatkan peningkatan pelayanan pada anak-anak penyakit jantung pada khususnya”, terangnya.
“Dengan workshop ini teman-teman sejawat dokter spesialis anak bisa meningkatkan pengetahuan dokter anak untuk meningkatkan kualitas hidup anak dengan kelainan jantung, khususnya di Kota Bekasi”, harapnya.
Lebih lanjut drg. Tetty dengan bangganya mengungkapkan 2 minggu lalu RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid baru saja soft launching pelayanan baru yaitu poliklinik sub spesialis anak yang berada di gedung C lantai dasar, dan direncanakan akan diresmikan langsung oleh Bapak Wali Kota Bekasi.
Sementara itu dokter Sub Spesialis Kardiologi Anak RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dr. Tri Yanti Rahayuningsih Sp.A (K) yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah teman-teman dokter spesialis anak bisa mendiagnosis jantung anak dengan baik.
“Untuk menangani kasus jantung anak idealnya memiliki ilmu tentang anak dan memiliki kemampuan dasar diagnostik yang cepat dan non invasif seperti echocardiografi, mengingat sangat terbatasnya jumlah dokter jantung anak seluruh Indonesia hanya 55 orang”, ungkapnya.
Peserta dalam kegiatan ini tercatat sebanyak 9 dokter spesialis anak dari berbagai rumah sakit di Kota Bekasi. (Oji – HPI).




Add a Comment